Hubungan Tingkat Depresi dengan Ide Bunuh Diri pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Polewali Mandar
DOI:
https://doi.org/10.31605/py12hn53Keywords:
Depresi, Ide Bunuh Diri, NarapidanaAbstract
Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang paling umum terjadi di kalangan narapidana dan berisiko tinggi memicu munculnya ide bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat depresi dengan ide bunuh diri pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Polewali Mandar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 89 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Beck Depression Inventory-II (BDI-II) dan Columbia-Suicide Severity Rating Scale (C-SSRS). Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar narapidana mengalami depresi sedang (34,8%) dan ide bunuh diri rendah (85,4%), namun terdapat 14,6% yang memiliki ide bunuh diri tinggi. Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan ide bunuh diri p < 0,000. Semakin tinggi tingkat depresi yang dialami narapidana, semakin besar kemungkinan munculnya ide bunuh diri. Dibutuhkan intervensi kesehatan jiwa yang terstruktur di lingkungan lapas.