Artificial Intelligence dan Kuasa Algoritmik dalam Komunikasi Antarbudaya: Analisis Kritis Berdasarkan Pemikiran Shoshana Zuboff
Keywords:
Artificial Intelligence, Kuasa Algoritmik, Komunikasi Antarbudaya, Kapitalisme Pengawasan, Shoshana ZuboffAbstract
Perkembangan Artificial Intelligence telah membawa transformasi terhadap praktik komunikasi antarbudaya melalui kehadiran sistem algoritmik yang memengaruhi proses produksi, distribusi, dan interpretasi makna budaya dalam ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis peran Artificial Intelligence sebagai bentuk kuasa algoritmik dalam komunikasi antarbudaya berdasarkan perspektif pemikiran Shoshana Zuboff tentang kapitalisme pengawasan digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur kritis melalui penelaahan berbagai literatur akademik mengenai Artificial Intelligence, kekuasaan algoritmik, komunikasi digital, dan komunikasi antarbudaya. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis konseptual kritis dengan mengidentifikasi, menginterpretasikan, serta mensintesis berbagai argumentasi teoritis dari sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Artificial Intelligence tidak hanya berfungsi sebagai teknologi komunikasi, tetapi juga menjadi struktur kekuasaan digital yang mampu membentuk representasi budaya, memengaruhi konstruksi identitas, dan menentukan visibilitas budaya melalui mekanisme algoritmik. Sistem algoritmik menghadirkan tantangan baru dalam komunikasi antarbudaya karena interaksi budaya semakin dimediasi oleh platform berbasis data yang berpotensi memperkuat homogenisasi budaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesadaran kritis dalam memahami Artificial Intelligence sebagai fenomena komunikasi yang berpengaruh terhadap keberagaman budaya dan identitas lokal masyarakat digital.