Pengalaman Ibu Usia Remaja dalam Memberikan ASI Eksklusif di Kelurahan Wahno Kecamatan Abepura Jayapura
DOI:
https://doi.org/10.31605/s99c4960Keywords:
Ibu Usia Remaja, Asi Eksklusif, PengalamanAbstract
ASI eksklusif idealnya diberikan sejak bayi lahir hingga usia 6 bulan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jayapura, pada tahun 2022 cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di Jayapura hanya sebesar 21%, jauh di bawah target nasional sebesar 45%. Rendahnya cakupan ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, pengalaman, dan dukungan, serta kekhawatiran ibu usia remaja bahwa menyusui dapat menghambat pendidikan atau pekerjaan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman menyusui ASI eksklusif pada ibu usia remaja di Kelurahan Wahno, Kecamatan Abepura. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan metode wawancara terstruktur menggunakan kuesioner berisi pertanyaan terbuka. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak enam orang ibu usia remaja yang telah memberikan ASI eksklusif pada bayinya usia 0-6 bulan di Posyandu Prima Kasturi, Kelurahan Wahno. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses awal pemberian ASI eksklusif melalui Inisiasi Menyusui Dini (IMD) telah berjalan baik, ibu mengalami emosi campuran berupa perasaan senang, bangga, sedih, dan malu selama proses menyusui, serta dukungan keluarga, terutama suami, berperan penting dalam keberlangsungan menyusui. Sebagian besar informan juga memiliki pengetahuan yang memadai dalam mengatasi hambatan menyusui, seperti ASI seret dan nyeri puting, salah satunya dengan mengonsumsi makanan bergizi. Secara umum, pemahaman dan komitmen ibu usia remaja terhadap pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Wahno sudah cukup baik. Edukasi berkelanjutan bagi ibu usia remaja maupun keluarga perlu terus dilakukan untuk memperkuat praktik ASI eksklusif.