Strategi Pengembangan Usaha Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) (Studi Kasus Kampung Suskun Kecamatan Arso Timur Kabupaten Keerom)
Keywords:
Capsicum annuum L, Analisis SWOT, Pengembangan Usaha, Petani Cabai, Holtikultura, PapuaAbstract
Cabai merah besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Kampung Suskun, Kecamatan Arso Timur, Kabupaten Keerom merupakan salah satu sentra produksi cabai merah yang menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan usahanya, seperti fluktuasi harga, serangan hama dan penyakit, keterbatasan kelembagaan, serta permodalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi usaha cabai merah besar dan merumuskan strategi pengembangannya. Penelitian dilaksanakan pada Februari–April 2025 menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner terhadap 35 petani cabai merah. Analisis data dilakukan menggunakan analisis SWOT melalui penyusunan matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha cabai merah besar di Kampung Suskun berada pada Kuadran I (agresif) dengan nilai koordinat X sebesar 2,47 dan Y sebesar 1,40, yang mengindikasikan bahwa kekuatan dan peluang lebih dominan dibandingkan kelemahan dan ancaman. Strategi yang direkomendasikan adalah strategi SO (Strengths–Opportunities), yaitu memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk merebut peluang yang tersedia melalui pelatihan teknologi budidaya cabai, pengembangan Kampung Suskun sebagai sentra hortikultura cabai merah, serta penguatan kemitraan pemasaran produk. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan usaha cabai merah besar di Kabupaten Keerom.